Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 22 Februari 2012

SEKILAS SEJARAH DAN PENGENALAN MARGA YAP/YIP/YE

  BERANDA     PROPERTI      SOSIAL       SERBA SERBI     KESEHATAN      
SEKILAS SEJARAH DAN PENGENALAN 
                                             Selasa,21 Februari 2012
YAP/YIP/YE/JAP/DJAP 




Di Daratan Tiong Kok

 She Yap (Ye) berasal dari negara Chu (Chou dalam
dialek Hokkian) pada zaman Chunqiu (Musim Semi dan
Musim Gugur). Pada masa itu seorang dafu yang bernama
Shen Yiwu mempunyai keturunan bernama Shen Zhu Liang (沉诸梁) yang diangkat menjadi
penguasa di Ye (Yap) disebut juga Ye Gong, kemudian menggunakan nama negara
Yap menjadi she Yap.
      She Yap ditulis dengan huruf Ye yang berarti daun.
      Orang she Yap yang namanya masuk dalam sejarah di
antaranya adalah: Ye Shi dan Ye Mengde dari masa
dinasti Song Selatan; Ye Chen zaman dinasti Guan
(Yuan); Ye Ziqi , Ye Shaowan  dan Yap Xianzu, zaman
dinasti Bing (Ming); Ye Tianci  zaman dinasti Ching
(Qing).
      Mula-mula pusat  perkembangan sne Yap adalah di
Yexian atau Kabupaten Yap di propinsi Henan, dari situ
mulai menyebar ke daerah lain.
      Di luar daratan Tiongkok she Yap pecah menjadi dua
golongan, yang pertama golongan Xianyou  dan yang
kedua golongan Zhangzhou (Ciangciu). Kedua golongan
ini meskipun mempunyai leluhur yang sama, tapi pusat
perkembangan yang berbeda.  Ketika masih di Tiongkok
utara, golongan Xianyou berasal dari propinsi Henan,
sedang yang kedua berasal dari propinsi Hebei. Setelah
pindah ke propinsi Fujian golongan pertama berpusat di
Xianyou, sedang golongan kedua dari Zhangzhou. Xianyou
dan dan Zhangzhou keduanya berada di propinsi Fujian,
tapi dialek yang dipergunakan sudah berbeda. Xianyou
menggunakan dialek Hinhua, sedang Zhangciu menggunakan
dialek Hokkian. Di Taiwan dialek Hokkian dominan,
sehingga hampir semua penduduk Hokkian mahir berbicara
dialek ini, dialek Hokkian merupakan bahasa lingua
franca (bahasa pergaulan ) kedua setelah Mandarin. Di
Indonesiapun orang Hokkian lebih dominan, sehingga
orang she Yap dari golongan Hinhua banyak yang
menuliskan namanya berdasarkan bunyi dialek Hokkian.
Selain she Yap yang berasal dari propinsi Fujian ini,
banyak she Yap yang berasal dari propinsi Guangdong.
Di Indonesia bisa kita temukan orang sne Yap dari
golongan Kheq atau Hakka, dan dari golongan Konghu
yang membaca Yap menjadi Yip.
      She Yap termasuk she besar di Tiongkok. Di Taiwan ia
nomor 20. Di Indonesia she Yap banyak sekali, baik
dari kalangan Hokkian, maupun Hakka ataupun Konghu.
Pada masa setelah Perang Dunia Kedua, ada tokoh
Tionghoa Indonesia yang terkenal Dr. Yap Chuan Bing
(Jap Tjhwan Bing). Di Tiongkok pernah ada Marsekal Ye
Jianying, tokoh yang berasal dari golongan Kheq dari
Mei Xian (sekarang kota Meizhou), pusat pemukiman
utama orang Kheq di Tiongkok, salah seorang dari 10
marsekal di sana, belakangan memegang peranan penting
dalam menangkap kelompok radikal yang dikepalai Jiang
Qing, isteri mendiang Mao Zedong, dan dalam
mengembalikan Deng Xiaoping sebagai pimpinan, yang
kemudian ternyata berhasil mengadakan reformasi
besar-besaran sehingga Tiongkok dapat melakukan usaha
untuk mengembalikan kejayaannya. Jabatan Ye Jianying
terakhir adalah ketua Kongres Rakyat Nasional,
parlemen RRT.
TOKOH-TOKOH MARGA YAP/YIP/YE/JAP  葉/叶
Tokoh dari keluarga Ye yang terkenal dalam sejarah Tiong kok adalah :

(1)Ye Mengde (叶梦德, juga diterjemahkan sebagai Yeh Meng-te ) adalah seorangSarjana Cina (1077-1148).Berasal dari Dinasty Song selatan.

(2)Ye Shi 叶适 ;   叶适 Ye Shi  : Yeh Shih , 1150-1223),  Zhengze (正则), nama samarannya Mr Shuixin
 (水心先生), adalah seorang  dari neo Konfusianisme dari Cina,Berasal dari Wezhhou,Zhejiang, dia adalah tokoh paling terkenal dari Sekolah Yongjia , Sekolah neo-Konfusianisme sebagian besar terdiri dari filsuf dari Prefektur Wenzhou di Zhejiang provinsi. Berbeda dengan lainnya neo-Konfusius pada periode yang sama seperti Zhu Xi dan lu Jiu yuan, dia menekankan pembelajaran praktis dan menerapkan ajaran Konghucu untuk masalah dunia nyata. Sekolah ini memiliki pengaruh penting pada pemikir kemudian dari provinsi Zhejiang, yang merupakan filsuf paling penting dalam periode Ming dan Qing.

(3) Ye Jianying 叶剑英 (28 April 1897 - 22 Oktober 1986)


Lahir dengan nama Ye Yiwei 叶宜伟 叶宜伟
keluarga pedagang di Mei County,Guangdong,Setelah lulus dari Yunnan Akademi Militer pada 1919, ia bergabung dengan Dr.Sun Yat -Sen, dan Kuomintang (KMT). Dia mengajar di Akademi Whampoa dan bergabung dengan partai komunis pada tahun 1927.
Ye Jianying lahir di desa Yanyang di Meixian, provinsi Guangdong.
Ayahnya adalah seorang pengusaha. Setelah tamat dari Akademi Milter
Yunnan , Jianying diangkat sebagai petugas hukum di provinsi
Guangdong. Pada tahun 1922 Jianying bergabung dengan Partai
Kuomintang (Nasionalis) dan pada tahun 1923 menjadi instruktur di
Akademi Militer Whampoa . Setelah beberapa tahun bergabung dengan
Partai Kuomintang, Jianying membelot ke Partai Komunis China
(KungChangTang). Ia mengepalai sebuah divis dalam ekspedisi ke
Utara. Ia turut serta dalam Revolusi Nanchang pada tahun 1928.
Setelah kegagalan revolusi Nanchang, ia pergi ke Moscow selama 2
tahun dan kembali ke China pada tahun 1930. Ia ambil bagian dalam
Long March dan membantu Mao Zedong mendirikan Republic Rakyat China
(PRC).
catatan:Ye didukung Hua Guo feng,  dikukuhkan sebagai wakil ketua di Kesebelas Kongres Nasional Partai Komunis Cina, pada tahun 1977 serta diangkat Ketua Tetap dari Kongres Rakyat Nasional,pada tahun 1978, yaitu setingkat Kepala Negara,mengisi posting kiri kosong selama dua tahun sejak kematian Zhu te itu. Sebagai posisi menteri pertahanan terlalu menuntut untuk  seorang Ye yg berusia delapanpuluh tahun untuk menangani, ia mengundurkan diri dari itu pada tahun 1980 dan hanya mengerjakan sebagian besar seremonial dari wakil ketua. Ye pensiun sepenuhnya dari Politbiro pada tahun 1985 dan meninggal  setahun lebih kemudian pada usia 88 tahun.

Di Kuala Lumpur/Malaysia
 Ye Ya lai/YAP AH LOY/叶 亚來 (14 Maret 1837-15 April 1885)



Kok Kang Kweon/Istri
Jln Yap Ah Loy

Yap Ah Loy  :   : Yap Â-Loi, : YE Yălái,  : Yip A-loi - 14 Maret 1837-15 April 1885), juga dikenal sebagai Yap Tet Loy dan Yap Mao Lan . Ia dianggap sebagai bapak pendiri Kuala Lumpur modern, ia mengembangkan Kuala Lumpur sebagai pusat komersial dan pertambangan selama pertengahan abad 19. Yap Ah Loy menjadi Kapitan Cina dan kepala dari penyelesaian dari Cina Jawa,Setelah kemerdekaan Federasi Malaya (Persekutuan Tanah Melayu) dari Kerajaan Inggris pada tanggal 31 Agustus 1957 (Semenanjung Malaya saja) dan kemudian pembentukan Malaysia (yang meliputi Sabah dan Sarawak) pada tahun 1963, Kuala Lumpur menjadi ibu kota Malaysia,Saat ini, ada sebuah jalan untuk mengenang jasanya  di jantung Chinatown di Kuala Lumpur, dikenal sebagai 'Jalan Yap Ah Loy' (Yap Ah Loy Road).Pada akhir 1884, Yap Ah Loy jatuh sakit dengan bronkhitis dan abses paru-paru ] . Pada bulan Maret 1885, ia membuat pemulihan sedikit sebelumnya, tapi ia meninggal pada tanggal 15 April 1885. Dokter memeriksa tubuh Yap dan kemudian menegaskan bahwa kematiannya adalah baik karena gagal jantung atau keracunan oleh asap dari tungku arang. Dokter juga melihat kecerahan luar biasa dari matanyaIa dimakamkan di Pemakaman Tong Kwong besar di KL.
untuk selengkapnya dapat baca di wikipedia/yap ah loy :
Ringkasan:Yap Ah Loy, Pria dari suku Hakka , pendiri kota Kuala Lumpur,
ibukota Malaysia lahir pada tanggal 14 Maret 1837 di Zhou Tian Xiang
sebuah desa dekat kota Dan Shui Zhen, kabupaten Hui Yang, provinsi
Guangdong. Nama aslinya adalah Yap Te Loy, tapi biasa dipanggil Ah
Loy, sehingga ia dikenal sebagai Yap Ah Loy. Ia adalah anak tertua
dari 5 bersaudara (3 lelaki, 2 perempuan).

Ye Gong, Selamatkan Hidup Kaisar


MARGA YE, marga Ye dalam bahasa Mandari atau marga Yap dalam bahasa Hokkian. Nama marga ini sudah ada sejak 2.300 tahun lalu dan sudah banyak digunakan warga Tionghoa di seluruh dunia.
Marga Ye berasal dari nama sebuah daerah, yang pada masa dinasti Qin, yang memerintah tahun 221-207 sebelum Masehi. Daerah Ye masuk dalam wilayah provinsi Nan Yang, Hennan.
Pada tahun 515 sebelum Masehi, ada seorang pria yang bernama Xiong Zhen yang diangkat menjadi Raja Chu. Ia berkuasa sejak 515-489 sebelum Masehi. Pada tahun 508, Xiong Zhen memerintahkan Perdana Menteri (PM) Shen Yin Shu untuk memimpin pasukan besar menyerang Negara Wu. Saat pertempuran terjadi, bala tentara Chu mengalami kekalahan dan Shen Yin Shu terbunuh dalam peperangan tersebut.
Untuk menghibur keluarga Shen Yin Shu, Xiong Zhen memberikan kekuasaan kepada putra Shen Yin Shu, yang bernama Shen Zhu Liang untuk memerintah daerah yang disebut Ye. Sekarang daerah itu disebut Ye Xian, dan terletak di provinsi Henan, Cina. Xiong Zhen juga
menganugerahkan gelar Gong yang dapat diwariskan. Shen Zhu
Liang kemudian lebih dikenal sebagai Ye Gong. Dan Ye Gong pun menamai daerah kekuasaannya sebagai Negara Ye.
Xiong Zhen wafat pada tahun 489 sebelum Masehi dan putranya Xiong Zhang menggantikannya sebagai raja baru dari Negara Chu. Pada tahun 479 sebelum Masehi, Bai Gong Sheng, seorang pangeran Negara Chu, memberontak terhadap Xiong Zhang.
Bai Gong Sheng membunuh dua pejabat, ketika mereka sedang berbicara dengan Xiong Zhang di Istana dan menyandera Xiong Zhang. Bai Gong Sheng ingin mengganti Xiong Zhang dengan sepupunya Xiong Qi sebagai Raja Negara Chu. Xiong Qi menolak tawaran itu sehingga ia dihukum mati oleh Bai Gong Sheng.
Mendengar terjadinya pemberontakkan, Ye Gong mengumpulkan tentara dan menuju ibukota untuk menyelamatkan Raja Xiong Zhang. Pada pertempuran dekat ibukota, Ye Gong mengalahkan Bai Gong Sheng, yang melarikan diri ke sebuah bukit dan bunuh diri di sana. Xiong Zhang sangat berterimakasih pada Ye Gong yang telah menyelamatkan dirinya.
Pada 401 sebelum Masehi, Xiong Yi menjadi Raja Chu, setelah memerintah selama 20 tahun, ia pun wafat pada tahun 381 sebelum Masehi. Setelah kematiannya, terjadilah perebutan kekuasaan antara Xiong Zhang dengan Wu Qi. Ye Gong mendukung Wu Qi. Xiong Zang menang dan menjadi Raja Chu.
Ia kemudian melenyapkan Negara Ye. Keturunan dari pengikut Ye Gong kemudian mengambil kata Ye untuk mengenang negara mereka yang sudah musnah. Tokoh dari keluarga Ye yang terkenal dalam sejarah adalah Ye Jianying.
Ye Jianying lahir di desa Yanyang di Meixian, provinsi Guangdong. Ayahnya adalah seorang pengusaha. Setelah tamat dari Akademi Milter Yunnan, Jianying diangkat sebagai petugas hukum di provinsi Guangdong. Pada tahun 1922 Jianying bergabung dengan Partai Kuomintang (Nasionalis) dan pada tahun 1923 menjadi instruktur di Akademi Militer Whampoa.
Setelah beberapa tahun bergabung dengan Partai Kuomintang, Jianying membelot ke Partai Komunis Cina (KungChangTang). Ia mengepalai sebuah divisi dalam ekspedisi ke utara. Ia turut serta dalam Revolusi Nanchang pada tahun 1928. Setelah kegagalan revolusi Nanchang, ia pergi ke Moscow selama 2 tahun dan kembali ke Cina pada tahun 1930. Ia ambil bagian dalam
Long March dan membantu Mao Zedong mendirikan Republik Rakyat Cina (PRC).(ruri)

Sekilas sejarah tokoh marga Yap di Indonesia


MUSEUM RUMAH SAKIT MATA “Dr. YAP”YOGYAKARTA  
I. RIWAYAT BERDIRINYA
Barang- barang peninggalan almarhum Dr. Yap Hong Tjoen dan DR. Yap Kie Tiong sudah beberapa tahun tersimpan di dalam gudang Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”. Kemudian Yayasan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap Prawirohusodo” mulai memikirkan kemungkinan dibuatnya Museum Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”.
Atas inisiatif Direksi Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” (dr. Basarodin, dr. Tri Sutartin Radjiman, dr. Wasisdi Gunawan, Ignatius Rudhyanto dan J. Handoyo), Direktur RS Mata “Dr Yap” (dr. Tri Sutartin Radjiman) memohon ijin kepada Ketua Yayasan (dr. Soehardi) untuk membersihkan dan menata barang- barang tersebut dan sebagian buku- buku yang sudah hancur serta telah dibuang.
Menindaklanjuti hal tersebut diatas maka, Direktur yang kebetulan berkunjung ke Belanda memberanikan diri meminta ijin kepada keluarga Dr. Yap Hong Tjoen yang berada di Negeri Belanda yaitu putra-putri Dr. Yap Hong Tjoen (Ir. Yap Kie Han dan Ir. Yap May Hwa) untuk membuat museum dan telah dibuatkan penyerahan barang-barang kepada Yayasan RS Mata “Dr. Yap Prawirohusodo”.           
Setelah mendapat ijin tersebut maka Kepala Urusan Rumah Tangga  RS Mata “Dr. Yap” (Ibu Magdalena Indrawati) dibantu Ketua Barahmus DIY Bapak Ki Nayono, Ibu Ir. Anna Ismudianto (dari Fakultas Teknik UGM) dan Ibu Ira Masri Singarimbun (Ketua Perpustakaan UGM) mendata barang-barang yang ada di gudang dan kemudian ditata sebagaimana layaknya sebagai museum.           
Pada HUT RS Mata “Dr. Yap” yang ke-75 (tahun 1997) museum tersebut diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Namun demikian, sampai saat ini museum tersebut belum dibuka untuk umum karena keterbatasan tenaga. 
II. BANGUNAN
Museum Rumah Sakit Mata “Dr. Yap ” menempati areal di lingkungan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” dengan luas tanah  246 m2. Ruangan museum tersebut belum ditata sesuai standar museum. 
III. KOLEKSI
Ruangan museum tersebut dibagi dalam 4 (empat) ruangan yaitu:
  1. Ruang Perpustakaan : Ruangan tersebut memuat buku-buku Bahasa, Sastra, Seni, Sejarah, Ophthalmology dan lain-lain. Jumlah keseluruhan buku yang ada sebanyak 934 judul, 939 eksemplar
  2. Ruang Tidur : Ruangan ini berisi barang-barang antik dan foto-foto keluarga Dr. Yap Hong Tjoen.
  3. Ruang alat-alat makan
  4. Ruang alat- alat kedokteran Ophthalmology
Beberapa koleksi Museum RSM "Dr. Yap"




FEB
2012 16
posted by admin on Figur Akademisi, Tionghoa IndonesiaNo comments
Tweet?
“Saya sekolah di UI, rakyat yang membiayai, yang mensubsidi. Maka saya harus berjuang untuk rakyat” (Kompas,1999).

Budaya-Tionghoa.Net | Indonesia menjelang masa transisi dari pemerintahan Suharto , pemerintahan Habibie . Pada bulan September 1999 , wakil rakyat sedang dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya atau RUU PKB.


Disekitar kampus Universitas Atmajaya , Yap adalah salah satu mahasiswa yang masih berkurumun menjelang malam. Keadaan sebelumnya sedikit tenang karena terdengar kabar bahwa pengesahan RUU ditunda. Protes mahasiswa ini berkaitan dengan RUU yang memberikan keleluasaan bagi militer. Sekitar jam delapan , konvoi tentara yang berjumlah enam truk mendekat kerumunan mahasiswa dan melepas tembakan . Didepan bank Danamon , truk pertama sudah melepas tembakan disusul truk-truk berikutnya.

Mahasiswa segera bubar untuk menyelamatkan diri. Yap yang berjaket kuning yang mencoba lari ke RS Jakarta , terkena peluru tajam yang menembus punggungnya. Pemuda Tionghoa ini akhirnya tersungkur. Tim Forensik Fakultas Kedokteran UI , Budi Sampurno mengungkap bahwa peluru yang bersarang di tubuh Yap bukan berasal dari pistol tapi dari laras panjang. Peluru yang bersarang di tubuh Yun Hap memiliki panjang 20,9 milimeter dengan diameter 5,6 mm dan berat 3,6365 gram. [Liputan 6] .

Yap Yun Hap lahir di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1977 sebagai anak sulung tiga bersaudara dan satu-satunya anak lelaki  dari pasangan Yap Pit Sing dan Ho Kim Ngo. Yap senantiasa berprestasi sejak Sekolah Dasar dan pernah menjadi juara dibidang Kimia se-Jakarta.

Dia adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Anggota KBUI yang gugur dalam demonstrasi menentang Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya di peristiwa Semanggi , Jalan Sudirman Jakarta pada tanggal 24 September. Setelah sempat dirawat di rumah sakit , Yap akhirnya meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan di rumah duka Abadi – Jelambar dan rektor Universitas Indonesia , Prof Dr Asman Budi Santoso turut melepas kepergiannya.


Pahlawan Reformasi ini diantar oleh barisan sepanjang satu kilometer menuju pemakaman Pondok Rangon – Cibubur. Peti matinya dibalut oleh bendera Merah-Putih . Untuk mengenangnya , jalan utama menuju kampus UI Depok diberi nama Jalan Yap Yunhap.

Kematian Yap menjadi pukulan bagi keluarganya karena dia satu-satunya anak lelaki yang menjadi tumpuan dan harapan keluarga. Yap pun terkenal sebagai mahasiswa yang ulet dan sudah hampir menyelesaikan kuliahnya.

Yap adalah salah satu pahlawan Reformasi , selain itu juga bagi mahasiswa Trisakti yang gugur di peristiwa sebelumnya ,  Mei 1998.  Dalam Kompas di tahun 1999 , Yap Pit Sing menyampaikan pesan bahwa anaknya bersikap bahwa dengan sekolah di Universitas Indonesia , berarti rakyat yang membiayai , yang mensubsidi , maka sudah selayaknya berjuang untuk rakyat.
mantan bupati Yap Hong Tjoen,
Dr. Yap Hong Tjoen (dilahirkan di Yogyakarta, 30 Maret 1885, wafat di Deng Haag 28 November 1952) adalah tokoh filantrop dari Yogyakarta pada masa pra kemerdekaan Indonesia. Ia mendirikan rumah sakit mata di kota ini yang dikenal sebagai RS Mata Dokter Yap. Ia juga dikenal sebagai kawan dekat pendiri Perguruan Taman SiswaKi Hajar Dewantara. Karena memiliki watak keras maka ia dikenal sebagai "satu dari dua kepala batu" oleh masyarakat Tionghoa saat itu


Yap Thiam Hien, pengacara dan pejuang HAMYap Thiam Hien (lahir di Koeta RadjaAceh25 Mei 1913 – meninggal di BruselBelgia25 April 1989 pada umur 75 tahun) adalah seorang pengacaraIndonesia keturunan Tionghoa. Ia mengabdikan seluruh hidupnya berjuang demi menegakkan keadilan dan hak asasi manusia (HAM). Namanya diabadikan sebagai nama sebuah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar bagi penegakan hak asasi manusia di Indonesia









Yap Tjwan Bing, anggota BPUPKI dan PPKI
Yap Tjwan Bing adalah seorang sarjana Farmasi dan apoteker yang juga dosen dan anggota Dewan Kurator ITB Bandung. Tahun 1945 terpilih menjadi salah satu anggota PPKI. Setelah kemerdekaan, ia bergabung dengan PNI. Namanya diabadikan menjadi salah satu ruas jalan di kota Surakarta menggantikan Jalan Jagalan yang diresmikan oleh Walikota Surakarta Hj. Ir Joko Widodo pada tanggal 22 Februari 2008 dalam rangka Imlek Bersama di kota Solo.

Add caption



Yap Yun Hap,
aktivis mahasiswaYap Yun Hap (Jakarta, 17 Oktober 1977 - Semanggi, Jakarta, 24 September 1999) adalah salah seorang aktivis Indonesia yang tewas ditembak aparat ketika berunjuk rasa di Semanggi.
Yun Hap adalah mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia angkatan masuk tahun 1996. Ia dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.








Ip Man atau Ip Kai Man (Mandarin : 葉問; Pinyin: Yè Wèn) (lahir di FoshanGuangdongChina1 Oktober 1893 – meninggal di Hong Kong2 Desember 1972 pada umur 79 tahun), lebih dikenal dengan Guru Besar Ip Man adalah praktisi ilmu bela diri Cina pertama yang mengajarkanWing Chun secara terbuka. Dia memiliki beberapa murid yang kemudian menjadi guru bela diri independen diantaranya Kwok Fu, Lun Kai, Ip ChunIp ChingLeung Sheung dan juga Bruce Lee.

lebih lengkap tentang perjalanan hidupnya saudara dapat langsung ke link berikut: wikipedia





Shinmen Takezo | Yap Ah Loy adalah seorang pemuda Hakka berusia 17 tahun ketika dia pindah dari kampung halamannya di prefektur Huizhou, Guang Dong ke Melaka. Detail mengenai latar belakang keluarga Yap tidak diketahui . Diduga orang tuanya adalah petani miskin yang tidak memiliki dana untuk membiayai anaknya untuk sekolah yang layak Di Melaka, Yap muda berjumpa dengan kerabatnya yang kemudian mengatur pekerjaan di tambang timah. Dari pekerjaan ditambang , Yap beralih menjadi seorang asisten di toko kecil. Setelah hampir setahun , pemilik toko , Yap Ng , menasehati Yap Ah Loy untuk kembali ke Tiongkok dan memberikan ongkos yang cukup untuk kembali.
Nasib berkata lain , Yap Ah Loy kehilangan tiketnya dalam sebuah permainan judi saat dia menunggu kapal yang akan membawa dia dari Singapura. Tidak ada pilihan lain bagi Yap Ah Loy untuk tetap bertahan di Malaya.Yap kemudian menuju Lukut ,yang sedang berkembang pertambangan timah.Yap Fook [keponakan Yap Ng] menolongnya untuk mendapatkan pekerjaan di kongsi tambang timah yang dipimpin oleh Hakka Huizhou bernama Chong Chong. Setelah berkerja selama tiga tahun , Yap Ah Loy berhasil menabung cukup uang untuk memulai usaha perdagangan babi. Usaha yang dirintisnya berkembang dari Lukut sampai ke area pertambangan timah terdekat di Sungei Ujong , Negri Sembilan.
Yap Ah Loy kemudian berkenalan dengan dua orang Hakka Huizhou yang akan berperan penting bagi Yap dikemudian hari. Dua orang tersebut adalah kapitan Shin [Shen Ming Li] dan pengawalnya , Liu Ngim Kong , yang mengajaknya untuk turut mengabdi sebagai pengawal sang kapitan.
Yap Ah Loy bergabung dalam serikat rahasia Hai San dimana Kapitan Shin dan pengawal Liu diduga sebagai pemimpin Hai San [Khoo 1972 : 117 ] .
Di tahun 1860 , meletus pertempuran di Sungei Ujong ketika penambang Tionghoa menentang pemungutan pajak yang berlebihan oleh penguasa lokal. Yap ikut bertempur di pihak kapitan Shin yang kemudian menderita kekalahan. Kapitan Shin sendiri terbunuh. Jasad kapitan dikembalikan ke Melaka untuk dimakamkan. Pengawal Liu terluka dan kedudukannya terancam kemudian meninggalkan Melaka.
Yap Ah Loy turut terluka dalam pertempuran tersebut tetapi Yap memilih tetap bertahan di area itu. Terjadi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan sang kapitan yang memberikan kesempatan bagi Yap untuk meraih posisi pemimpin. Kapitan Shin meninggalkan dua orang anak , Ah Sam dan Lam Ma yang kemudian hari teridentifikasi sebagai kepala serikat rahasia Hai San.
Pemimpin Hai San lainnya , penambang kaya asal Konghu [Cantonese]  bernama Wong Ying dan beberapa lainnya memilih Yap Ah Shak, seorang pedagang kaya dengan koneksi Hai San untuk mengambil alih posisi kapitan yang kosong. Yap Ah Shak kemudian mengalihkannya kepada Yap Ah Loy. Pertimbangan Yap Ah Shak dalam memilih Yap Ah Loy adalah postur petarung dan kemampuannya mengontrol para penambang.
Di tahun 1862 , Yap Ah Loy mendapat undangan dari teman lamanya , pengawal Liu Ngim Kong yang sekarang sudah menjadi seorang kapitan di Kuala Lumpur , kawasan hunian yang sedang berkembang.
Yap Ah Loy kemudian berkunjung ke Kuala Lumpur ditemani tiga temannya , dua diantaranya adalah pemimpin militer dalam perang Selangor. Yap Ah Loy kemudian menjadi asisten pribadi dari Liu Ngim Kong dan karirnya berkembang pesat dengan memiliki dua tambang timah dan satu toko “obat”. Liu Ngim Kong kemudian mengatur jodoh bagi Yap dengan seorang wanita Tionghoa dari Melaka , Kok Kang Keown.
Yap memegang peranan penting dalam pembangunan kelenteng yang didedikasikan untuk bekas atasannya , mendiang kapitan Shin. Kesuksesan Yap di Kuala Lumpir paralel dengan area yang terus bertambah luas. Seiring itu juga muncul potensi konflik dari dua grup Hakka yang terlibat dalam pertambangan timbah. Di utara , kawasan Selangor, Hakka Jiayingzhou telah terlibat dalam pertambangan disekitar Kanching sejak tahun 1840an, sementara di Ampang dan Kuala Lumpur , grup Hakka Huizhou yang banyak terlibat.
Selain perbedaan subdialek , kaitan antar serikat rahasia juga menambah faset lain dari kompetisi ekonomi. Kedatangan Yap Ah Loy di Kuala Lumpur membuat sekitar 1000 penambang asal Huizhou dibawah serikat Ghee Hin terusir dari pertambangannya dalam pertempuran yang intens di Larut [Perak] oleh serikat Hai San.
Perpecahan yang terjadi diantara bangsawan Selangor juga menambah kerumitan konflik. Kematian Sultan Muhammed Selangor di tahun 1589 membawa sengketa kekuasaan selama tiga tahun . Dan suksesornya yang lemah , Raja Abdul Samad , tidak dapat mengimbangkan pemasukan yang dikumpulkan dari pemimpin lokal di lima distrik Selangor. Persaingan lainnya adalah dari Malaysia keturunan Bugis yang mengontrol kawasan pantai dan dari Malaysia asal Sumatera. Konflik meluas kedalam perang saudara selama sekitar 10 tahun yang pada awalnya berupa konflik antara orang Malaysia kemudian menyeret juga konflik antara faksi-faksi Tionghoa.
Liu Ngim Kong , kapitan Kuala Lumpur , berkunjung ke Klang di tahun 1866 untuk menjadi mediator antara Mahdi dan Raja Abdullah , mengkhawatirkan kemungkinan chaos yang terjadi jika tidak terjadi kesepakatan. Usaha Liu tidak berhasil. Untuk dua tahun berikutnya Liu menderita sakit dan mulai mengatur suksesi kepemimpinan untuk mengambil alih jabatan kapitan speninggal dia.
Kandidat utama adalah Hiu Siew , Hakka Huizhou , seorang anggota serikat Gee Hin [Khoo 1972 , 117] . Kandidat lain adalah Yap Si , Hakka Huizhou dan bekas partner Hiu Siew. Transaksi terakhir membuat Yap Si sebagai penambang terkaya di Kanching. Dan jika Yap Si yang menggantikan posisi Liu , maka persatuan dua kawasan akan tercapai. Tetapi Yap Si sudah memasuki usia pensiun dan tidak tertarik menjadi kapitan. Pilihan terakhir jatuh pada Yap Ah Loy. .
Setelah berkonsultasi dengan pemimpin Malaysia – Sumatera , Liu mencapai kesepakatan akhir dengan Sultan Abdul Samad. Sebelum kematiannya , Liu memanggil Yap kembali ke Klang. Liu meminta Yap untuk mengatur pemakaman didirinya di Melaka dan properti pribadinya dilindungi dan dialihkan ke keluarga Liu.
Kedudukan Yap sebagai kapitan segera mendapat tantangan dari marga-marga relasi dekat kapitan lama , seperti marga Liu , Kon dan Chong, yang mengklaim hak dalam hal jabatan kapitan dan juga properti pribadi Liu. Sengketa ini diselesaikan melalui bantuan pemimpin lokal , Sutan Puasa , yang memberi informasi terhadap relasi-relasinya bahwa sultan dan pemimpin lokal menyetujui pengangkatan Yap.
Yap kemudian menuntaskan permintaan Liu dengan mengatur pemakaman dan mengalihkan properti pribadi kepada keluarga Liu.
Kapitan Yap menyadari bahwa musuh terus bertambah kemudian merekruit lebih banyak petarung untuk pengawal pribadinya. Sekitar enam bulan sejak kematian Liu, Chong Chong , bekas atasan Yap di Lukut , menghadirkan tantangan serius kepada otoritas Yap.
Chong sempat berkunjung kerumah Yap kemudian memilih menjadi oposan bagi Yap dengan menghimpun kekuatan Hakka Jiayingzhou di Kanching. Yap Si , pemimpin di Kanching terbunuh ketika mencoba melarikan diri ke Kuala Lumpur. Insiden ini meracuni hubungan antara dua kelompok penambang Hakka.
Raja Mahdi merasa bahwa konflik diantara kelompok Hakka ini akan mengganggu pemasukan dari timah dan pajak. Raja kemudian memutuskan untuk mengangkat Yap Ah Loy sebagai kapitan secara resmi. Tak kurang dari setahun , Raja Mahdi diserang dan dipaksa keluar dari Klang oleh menantu sultan , Tunku Kudin dari Kedah.
Yap Ah Loy terus menghimpun kekuatan , termasuk dengan mengirim adik termudanya ke Tiongkok untuk merekruit pengawal baru. Tahun 1870 menandai dua tahun kampanye dan pertempuran. Chong Chong menghimpun Hakka Jiayingzhou ke utara dan selatan Kuala Lumpur. Kekuatan pemimpin Malaya lokal di pimpin oleh Sayid Mashor , sementara Sutan Puasa dan yang lainnya mendukung Yap Ah Loy.
Dalam serangan yang gagal terhadap Kuala Lumpur di tahun 1871 , Chong Chong menghilang dan tidak jelas siapa yang melanjutkan memimpin pasukan untuk melawan Yap Ah Loy yang berujung pada kekalahan sementara Yap dengan jatuhnya Kuala Lumpur di tahun 1872. Yap kemudian berhasil mengambil kembali Kuala Lumpur di tahun 1873. Perang Selangor berakhir , dan Tunku Kudin mengatur pengangkatan kembali Yap sebagai kapitan dibawah otoritasnya.(sumber *blog budaya-tionghoa)
(*di lansir dari berbagai sumber)
Mohon Maaf bila ada kekurangan atau kesalahan
Komentar sangat diharapkan untuk saling melengkapi

1 komentar:

  1. Makasih dgn artikel ini yg menambah pengetahuan tentang marga yap

    BalasHapus

Share it